Saturday, 14 July 2018

14072018

sedang di surabaya. jumat siang terbang dari medan, habis selesai dinas sepekan di sana. sampai jogja sekitar pukul tiga lalu lanjut nunggu di stasiun sampai pukul tujuh lewat tiga puluh, nyicil catatan pertemuan dengan klien. di kereta lebih banyak tidur. capek rasanya ehe. pukul setengah dua malam terbangun, kukira sudah sampai gubeng, ternyata baru di wonokromo. nyaris salah turun. ya ampun dasar pelor :") mungkin harusnya ambil flight langsung medan-surabaya. tapi yasudah, ada banyak pertimbangan kemarin. jadi pelajaran saja.
di medan, aku baru ngeh ada sambal khas sana. baru sempat jajan di wajir, kede bubur medan, dan mi ayam akong/acim. di kede bubur dan mi ayam akong/acim ada sambal berupa irisan cabai hijau dan merah diberi kuah jahe-jahean (temanku bilang mungkin itu kuah gingseng). rasa sambalnya lucu.
Share:

Friday, 29 June 2018

29062018

rumah tanpa pintu

I
langit tampak cerah dan awan terlihat tipis seperti kelambu bayi. semuanya terasa damai. di dalam dan di luar diriku. muncul percakapan dengan ibu. percakapan dulu sekali. dengan bapak. dengan sanak-saudara. dan tawa-tawa bahagia. aku, kami semua. dan ingatan-ingatan yang samar seperti awan siang ini. rasa damai itu datang lebih intens. aku mendengar suara ibu saat menyanyikan lagu nina bobo, dulu, dulu sekali. suaranya lembut meski dia buta nada. dia membunyikan sol pada mi. ibu tidak tahu bagaimana cara bernyanyi tapi ibu tahu cara membuatku terlelap. langit tampak cerah dan aku tidak sedang menginginkan apa-apa.

II
malam dingin dan kering tapi aku tidak sedang menginginkan selimut. harapan dan rasa marah muncul silih berganti. tapi pada ibu yang kulihat hanya satu, hanya ada harapan tanpa rasa marah. aku sering merasa marah karena ibu tidak pernah marah. marahlah, bu, jangan tekan apa pun lagi dalam lumbung itu. nanti kau bisa pecah, bu. jangan pecah. aku masih ingin dengar nina bobomu meski kau membunyikan sol pada mi. kalau kau nyanyikan aku nina bobo, bu, aku tak perlu lagi selimut saat malam dingin dan kering.

III
tidak akan ada pintu yang terbuka esok pagi. tidak akan ada pintu yang tertutup esok pagi. tidak akan ada pintu di rumah ini.
Share:

Thursday, 21 June 2018

Monday, 18 June 2018

18062018

kuceritakan sesuatu. pada suatu waktu, ada seorang bocah berusia sekitar sepuluh-sebelas tahun mendengarkan radio malam-malam. saat terputar lagu kangen band, dia teringat seseorang yang dia suka di sekolah dan sesuatu merasuk dalam sukma dan dia mulai menangis tersedu-sedu. selayaknya engkau tahu, betapa kumencintaimu. air matanya meleleh tidak mau berhenti. tolol sekali menangis tengah malam karena lagu kangen band mengingatkannya pada seseorang. tolol sekali tapi toh dia menangis.
kuceritakan sesuatu. bocah itu aku. bocah tolol itu aku.
Share:

Sunday, 10 June 2018

10062018

hari ini menyelesaikan bakat menggonggong lebih dulu ketimbang pedro paramo. masih kurang seperempat akhir novel. jung dan pengantar psikoanalisis lacan malah tertinggal sama sekali. tahun ini kupikir aku nggak akan menyentuh bacaan fiksi. tapi ternyata sulit menjauhi apa yang kucinta. mungkin itu sebabnya, cappy, aku nggak pernah bisa benar-benar pergi darimu. dan seandainya kamu nggak keberatan menungguku dan bersedia merawat mur-mur dan rangka jembatan tua yang pernah kita bangun, aku pasti bahagia. apa kamu keberatan membuatku bahagia?
Share:

Thursday, 7 June 2018

07062018

kemarin malam aku ke toko hewan, beli obat tetes mata buat kal. aku datang, mbak penjaga toko malah masuk ke bagian dalam toko. ada bel yang mirip bel sepeda di meja kasir. kubunyikan tiga kali, tapi lirih. akhirnya aku memilih pasrah menunggu. mbak penjaga toko keluar. mbak, mau tanya, kalau sudut bagian dalam mata kucing merah dan bertahi, dikasih obat apa baiknya? (yang kumaksud bertahi adalah tahi mata). penjaga toko masuk lagi ke dalam dan kembali keluar membawa obat tetes mata. sudah ada antiradang di situ, katanya.
sepanjang perjalanan pulang aku berpikir untuk mengganti nama kal jadi kuah sup, agar botol kecap tidak sendirian.
ini penampakan si botol kecap btw

Share:

Tuesday, 5 June 2018

05062018

hari ini bakat menggonggong yang dulu kupesan bersama teman-teman atas nama komunitas akhirnya ada di tangan. baru baca setengah buku tipis tersebut. aku jadi teringat lagi alasan vakum menulis: tulisanku tidak cukup baik. aku kesal pada diri sendiri. belakangan setiap aku merasa menemukan gagasan menarik di balik tempurung kepala, semuanya mentah begitu saja tanpa sempat aku tuang. tiba-tiba. dan ini menambah rasa kesal.

Share: